Go Haeun

She bloomed, just like a flower.
Believing she won't wither, no matter what.
And the she met him.
Oh, how she wishes it's not her, in the end.

Profile

Full Name Go Haeun
Hangul 고하은
Nicknames Haeun
Gender Female
Date of Birth February 8th, 1994
Birthplace Seoul, South Korea
Nationality Korean
Ethnicity Korean
Sexual OrientationHeterosexual
Zodiac SignAquarius
Chinese Sign Dog
Occupation Kindergarten Teacher
Side Job English Translator

Physical Information

- Height : 160 cm
- Weight : 47 kg
ㅤ ‣ Body Type : Slim
- Skin Tone : Fair
- Facial Shape : Oval
ㅤ ‣ Other features : -
- Eyes Colour : Hazel
ㅤ ‣ Selalu menggunakan contact lense bening ketika berada di luar rumah, dan kacamata ketika berada di rumah.
- Hair
ㅤ ‣ Colour : Brunette
ㅤ ‣ Type : Medium straight
- Birthmark : Under her left side
- Handedness : Right-handed
- Blood Type : A+
- Accessories
ㅤ ‣ Tattoos : None
ㅤ ‣ Piercing : Ears

Additional Notes

±ㅤShe loves reading books, watching drama (especially the romance one), playing adventure and simulation game.
±ㅤHas an especially soft spot for bear, panda, and rabbit.
±ㅤHer favorite food is spicy jokbal. Basically anything spicy.
±ㅤDoes not usually go with skirt, but pants or jeans instead. For she thinks it is more comfortable to move around with.
±ㅤLikes to watch children playing, which also one of the reasons why she chose her job now.
±ㅤFond of skinship. Although she won't do it unless the other party give her the concent.
±ㅤWriting on a piece of paper becomes an activity that she often does when she cannot sleep at night, as the sound of her pencil scratches the paper calms her mind.
±ㅤLives separately from her parents, and frequently gets a call from her mother.
±ㅤCannot handle too much alcoholic beverages.

History

ㅤGo Haeun, tumbuh dan berkembang sedari kecil dalam pelukan orang tua yang cukup protektif. Terlebih untuk segala kebutuhan masa depannya. Rencana yang bagi mereka terbaik pun, sudah setengah matang ketika dirinya bahkan masih mengisap ibu jari. Hanya tinggal dijalani, dan semuanya akan baik-baik saja. Begitu yang mereka pikir.ㅤMenerima kenyataan, dirinya menjalani segala hal yang telah disodorkan kepadanya sedari awal. Hampir semua; anggaplah beberapa keburu mati dimakan zaman. Ia akan berangkat sekolah di pagi hari, pergi ke tempat les pada sorenya, dan pulang untuk mengulang kembali materi yang telah dipelajari. Di akhir minggu, ia baru boleh pergi bersama teman―yang sebelumnya harus sudah terlebih dahulu dikenalkan kepada sang ibu. Semua itu ialah tuntutan orang tua, terlebih ibunda yang ingin anaknya hidup bahagia nan sukses kelak. Haeun tak pernah mempertanyakan, hanya mengikuti alur takdir yang dipaksa tuliskan untuknya.ㅤHal yang sama pun terjadi ketika dirinya akan masuk perguruan tinggi. Tak ada yang bertanya apa yang diinginkan, atau apakah ia punya pandangan hendak jadi apa ke depan. Tidak ada. Hanya penjabaran mengenai ia akan apa setelah ini dan setelah ini lalu apa, dari wanita penopang hidupnya.ㅤMenjalani masa kuliahnya pun sama saja. Walau kesusahan, ia akan tetap berusaha sebisanya. Ketika mendapat penilaian buruk, ceramah panjang yang tak mengizinkannya untuk tidur menanti. Hidupnya ... datar. Namun ia tak bisa untuk memprotes, terlalu khawatir pun takut akan kemungkinan yang dirinya tak tahu jikalau diri berani melawan. Pertengahan tahun kedua pun ia mulai merasa lelah, juga jenuh akan segala-galanya. Inginnya ia mengistirahatkan pikiran dengan mengikuti suatu kegiatan, malah mempertemukan ia dengan seorang Kim Daehyun. Membawanya ke perjalanan penuh lika-liku, yang mungkin takkan pernah ia alami jikalau sosok itu tak muncul secara tiba-tiba dalam hidupnya.ㅤDi awal kisah, pria itu memusuhi, memaki, menghindari, bahkan mendorong dirinya pergi. Tak peduli dalam kesempatan apapun, ia takkan diizinkan untuk mendekat lebih dari satu meter. Yang ia sendiri tak keberatan, toh ia memang tak begitu berniat untuk mendekati seorang pria pemurung dan pemarah yang kerjaannya menghabiskan waktu di jalanan. Namun, seperti kisah-kisah lainnya, Daehyun perlahan menerima―atau tepatnya pasrah―dengan kehadiran puan yang beberapa kali dipasangkan dengannya dalam sebuah projek paksaan seorang dosen. Mereka bertukar kata, kalimat, cerita. Tawa pertama Daehyun ialah ketika dirinya menceritakan sebuah kisah yang lurus tanpa belokan; hidupnya. Dilanjutkan dengan rumitnya alur kehidupan lelaki satu, dan diakhiri dengan ciuman manis pada bibir.

Personality

Relationship

Writer's Note